Tipe tipe style motor custom

 Dunia motor kustom (custom bike) memiliki banyak aliran atau "style" yang masing-masing lahir dari latar belakang sejarah, fungsi, dan estetika yang unik. Menariknya, banyak dari aliran ini yang awalnya terinspirasi atau dibangun menggunakan basis motor Harley-Davidson maupun motor pabrikan Jepang dan Eropa.

Berikut adalah tipe-tipe style motor kustom yang paling populer dan diakui secara global:

1. Café Racer

Style ini lahir di Inggris pada tahun 1960-an, di mana para pemuda suka balapan dari satu kafe ke kafe lain. Ciri utamanya adalah kecepatan dan minimalis.

  • Karakteristik: Setang merunduk (clip-on atau clubman), tangki bensin sejajar dengan jok, dan bagian belakang yang melengkung membentuk "buntut tawon" (hornet). Posisi berkendara sangat merunduk seperti motor balap jadul.

2. Chopper

Ini adalah salah satu style kustom paling ekstrem dan sangat lekat dengan budaya motor Amerika (khususnya Harley-Davidson). Kata chopper berasal dari kata "to chop" (memotong), karena rangka asli motor dipotong dan diubah total.

  • Karakteristik: Garpu depan (fork) yang sangat panjang dan landai, setang tinggi (ape hangers), ban belakang besar sedangkan ban depan kecil, serta sandaran jok belakang yang tinggi (sissy bar).

3. Bobber

Muncul lebih dulu daripada Chopper (sekitar tahun 1940-an setelah Perang Dunia II). Konsepnya adalah membuang semua bagian motor yang tidak penting untuk mengurangi bobot agar motor bisa melaju lebih cepat.

  • Karakteristik: Sepatbor belakang dipotong pendek (bobbed), sepatbor depan dilepas, menggunakan jok tunggal (single seat/solo seat), dan siluet motor cenderung pendek, padat, dengan ban yang tebal/gemuk (fat tires). Rangkanya biasanya mempertahankan rangka bawaan asli.

4. Scrambler

Ini adalah nenek moyang dari motor dirt bike atau trail modern. Style ini dirancang agar motor jalanan biasa (on-road) bisa digunakan untuk melibas medan tanah, lumpur, atau berbatu (off-road) ringan.

  • Karakteristik: Knalpot diposisikan tinggi ke atas (agar tidak terkena air/batu), ban menggunakan motif tahu/berkotak (dual-purpose atau knobby tires), ground clearance tinggi, dan setang lebar dengan palang penguat di tengahnya.

5. Tracker (Flat Tracker & Street Tracker)

Gaya ini terinspirasi dari motor balap Flat Track (balapan di lintasan tanah berbentuk oval). Jika motor tersebut dimodifikasi agar legal dan aman dipakai di jalan raya, maka disebut Street Tracker.

  • Karakteristik: Tangki bensin cenderung kecil dan ramping, bagian buritan berbentuk kotak pipih (tracker tail), papan nomor balap di bagian samping atau depan (sering kali menyatu dengan lampu utama), dan posisi berkendara yang tegap.

6. Brat Style

Aliran ini lahir di Jepang, dipopulerkan oleh sebuah bengkel kustom terkenal di Tokyo bernama "Brat Style". Gaya ini menggabungkan elemen Bobber dan Café Racer namun dengan pendekatan yang lebih kasual dan nyaman untuk harian.

  • Karakteristik: Jok datar dan tipis (biasanya cukup panjang untuk berboncengan), tangki bensin minimalis, ban besar dengan profil klasik, dan tampilan keseluruhan yang terlihat simpel/bersih tanpa banyak aksesori.

7. Choppy Cub / Street Cub

Aliran kustom yang sangat populer di Asia, termasuk Indonesia. Basis yang digunakan bukanlah motor gede, melainkan motor bebek tua (seperti Honda C70, Grand, atau Prima).

  • Karakteristik: Bagian bodi belakang dipotong habis, lampu depan dan setang diganti dengan model minimalis/telanjang, dan kaki-kaki dibuat lebih kekar menggunakan velg serta ban yang jauh lebih lebar dari ukuran standar.

Perbedaan Singkat untuk Memudahkan:

  • Mau balapan di jalan aspal rata sambil merunduk? Café Racer.

  • Mau santai dengan motor panjang, setang tinggi, dan santai? Chopper.

  • Mau motor kekar, minimalis, dan egois (jok single)? Bobber.

  • Mau motor harian yang siap diajak masuk ke jalanan tanah/rusak? Scrambler.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan mesin harley davidson dan royal enfield

Penemu Harley Davidson

Penemu royal enfield